![]() |
Kostum Penari Sintren Batang | Dok. Gallery Photo Kabupaten Batang |
![]() |
Formasi Sintren Batang | Dok. Gallery Photo Kabupaten Batang |
Sintren adalah kesenian tradisional masyarakat Pantura yang juga Batang masuk di deretannya, tarian yang berbau mistis penggambaran cerita cinta kasih Sulasih (Seorang Putri dari Desa Kalisalak) dan Raden Sulandono (Putra Bahurekso dengan Rantansari). Namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Bahurekso. Akhirnya Raden Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung melalui alam goib. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantansari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula Raden Sulandono yang sedang bertapa dipanggil rohnya untuk menemui Sulasih, maka terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan Raden Sulandono.
Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya. Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci (perawan), dibantu oleh pawangnya dan diiringi gending 6 orang. Pengembangan tari sintren sebagai hiburan rakyat, kemudian dilengkapi dengan penari pendamping dan pelawak.
Sumber cerita : www.batikmarkets.com/batik_pekalongan.php